Privilege OMEK dan OMIK

Dokumentasi LPM Tanpa Titik

Rabu, 21 September 2022 telah dilaksanakan diskusi rutinan LPM Tanpa Titik yang bertajuk "Priviillage OMIK dan OMEK, serta bertempat di Lovefull mahfudz. Diskusi dimulai pukul 13.00 WIB dan dibuka oleh moderator dengan membaca surat Al-Fatihah. 

Kemudian, menyanyikan lagu Indonesia Raya stanza I, II, III, yang dipimpin oleh dulur ikhsan. 

Setelah itu, membaca muqoddimah secara bergilir oleh peserta diskusi. Peserta diskusi terlihat sangat antusias dengan apa yang dibahas pada diskusi kali ini. 

Dulur Lutful selaku pemantik menjelaskan lebih lanjut mengenai OMIK dan OMEK. 

"OMIK, Organisasi Mahasiswa Intra Kampus. Secara struktural ataupun fungsional terikat dengan birokasi kampus. Seperti Dewan Eksekutif Mahasiswa, Senat Mahasiswa, maupun UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Sedangkan OMEK, Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus merupakan organisasi Mahasiswa yang diluar kampus atau tidak berada di lingkungan kampus." jelasnya.

Dari penjelasan pemantik, muncul Pertanyaan-pertanyaan dari peserta diskusi. 

Yang pertama, Fahmi bertanya mengenai apa saja privilege dalam organisasi? 

Dalam hal ini, dulur Lutful menyebutkan bahwa ada beberapa privilege dalam berorganisasi. Untuk OMIK, dapat anggaran dana dari kampus. Sedangkan OMEK, dapat memperluas relasi, pemikiran lebih luas, dan dalam politik lebih menjanjikan. 

Kemudian, muncul pertanyaan "Apa yang menjadikan dosen sebagai pengaruh besar dalam tumbuhnya OMEK secara kuantitas?" tanya Amel.

"Kuantitas dosen itu bisa mempengaruhi berkembangnya OMEK, jika dosen tersebut berasal dari salah satu OMEK itu sendiri, yang mana itu akan menjadikan kekuatan tersendiri bagi omek tersebut. Apalagi pengaruh dosen itu sangat dalam untuk membuat paradigma dari mahasiswa, yang dimana biasanya mahasiswa tidak akan berfikir panjang lebar jika dosen mempromosikan OMEK tersebut, sehingga timbul pemikiran dalam kepala Mahasiswa bahwa 'Sepertinya OMEK ini hebat, dikarenakan dosen kampus juga ikut berkecimpung dengan OMEK ini' dan propaganda yang dilakukan oleh orang didalam OMEK tersebut pun akan menggunakan itu agar banyaknya kuantitas orang yang masuk kedalam OMEK. Sehingga,  mungkin akan menyumbat perkembangan OMIK itu sendiri, dan itu semua terjadi tidak jauh dari yang namanya sejarah, sudah menjadi dasar bahwa faktor dosen lah yg paling mempengaruhi untuk para mahasiswa baru sehingga mereka mengikuti OMEK tersebut." tanggapan Vikar mengenai pertanyaan Amel.

Kemudian, pemantik juga menjelaskan bahwa OMEK itu didasari oleh dua hal, yaitu agama dan parpol. 

Dan pada tahun 2018, ada Undang-Undang yang menjelaskan mengenai OMEK. Yang mana, OMEK boleh masuk area kampus, tetapi tidak boleh memakai atribut, membawa bendera ataupun mengadakan acara di kampus. Nah ketika OMEK ingin masuk area kampus, harus ada organisasi atau UKM yang menaungi atau memberi izin OMEK tersebut. Organisasi atau UKM itu dinamakan PIB atau Pengawas Ideologi Bangsa. 

Dulur Heri juga menambahkan, bahwasannya OMEK-OMEK tersebut didasari oleh parpol. 

Hari sudah semakin sore dan diskusi dicukupkan. Ditutup oleh moderator dengan membaca sholawat maulayaa sholli.. 


Penulis : Amel