Dokumentasi LPM Tanpa Titik

Dengan menyebut nama-Nya, Tuhan memerintahkan kita membaca segalanya

"Diam untuk Berfikir, Bergerak untuk Melawan"

I. Pendahuluan

Indonesia merupakan sebuah Negara yang bisa dikatakan sedang mulai suburnya sistem pemerintahan yang demokratis, dimana semua orang berhak untuk memilih dan bersuara atau menyampaikan pendapatnya.  Dalam sistem pemerintahan yang demokratis ini sebuah media komunikasi merupakan alat yang paling tepat digunakan untuk menyampaikan saran atau pendapat, baik untuk mengkritik pemerintahan ataupun mendukung dan sebagainya.

Perjalanan panjang akan proses dialektika di dalam sebuah persoalan sehari-sehari, baik dalam tingkatan akademis dan atau non akademis, misal : proses tulis menulis berita akan sebuah informasi yang ada dalam kampus adalah hal yang urgen dan sangat penting.

Adalah sangat naif ketika persoalan persoalan yang mendasar dalam dunia akademik, misal tulis menulis yang merupakan awal dari penggalian kancah berfikir statistik tidak di perhatikan lebih dalam dan di sosialisasikan dalam masyarakat setempat.

Oleh sebab itulah para mahasiswa Institut Agama Islam Bakti Negara Tegal yang merupakan basic dari munculnya pemikiran kritis-transformatif sangatlah penting untuk di ekspresikan dalam bentuk tulisan. Terlepas dari sebuah harapan yang nantinya akan menjadi tonggak awal akan proses sebuah pencarian jati diri, tulisan juga nantinya akan menjadi sejarah yang mengkristal di tengah-tengah masyarakat global.

Dalam hal inilah, Lembaga Pers Mahasiswa Tanpa Titik merupakan wadah dan tempat untuk mengekspresikan pemikiran dan juga untuk menguak persoalan persoalan ruang lingkup kampus.

Pers sebagai ujung tombak akan sebuah transformasi informasi, sangat perlu untuk kemudian diakomodir dan dicermati lebih jauh lagi. Sebagaimana disinyalir oleh UU no. 21 tahun 1982, bahwa pers adalah merupakan alat pejuang nasional yang mempunyai komunikasi massa. Di samping akan hal itu, Lembaga Pers Mahasiswa adalah  sebuah wadah yang mempunyai posisi tepat di tengah-tengah komunitas akademis yang baru hangat hangatnya akan sebuah semangat tinggi dan menggelora untuk bisa merubah sejarah masa lalu dan merubah sistem sistem yang bertentangan dengan kemanusiaan.

Penyampaian informasi yang riil dan lugas lagi terpercaya yang nantinya akan di hembuskan dalam dunia kemahasiswaan dalam tingkat permasalahan kampus adalah sebuah keniscayaan dalam dunia pers. Problem yang selama ini terpendam dan mengkristal yang ada di tingkatan kampus membutuhkan solusi-solusi apik untuk nantinya bisa di kemas dan di hidangkan.

Maka sebagaimana di ungkap di atas keberadaan LPM disini sangatlah penting. Dengan mempertimbangkan pula,  bahwa  kampus IBN Tegal selama ini belum punya wadah yang bisa mengkofer aspirasi-aspirasi mahasiswa. Maka sangatlah mendesak dan membutuhkan bagi IBN Tegal untuk kemudian bisa mendirikan ruang lingkup LPM.

Perwujudan dari LPM nantinya adalah sebuah harapan yang di nanti-nantikan bisa menjadi penyegar dan sekaligus penyeimbang antara mahasiswa dengan UKM UKM yang lainnya.

Maka secara epistemologinya, ekistensi dari lembaga pers merupakan wadah yang nantinya bisa di jadikan batu loncatan untuk menyalurkan aspirasi-aspirasi mahasiswa khususnya atau para dosen dan siapapun yang ada di wilayah kampus pada umumnya.

Dan akhirnya, dengan diterimanya proposal pendirian lembaga pers mahasiswa nantinya, sebelumnya kami mengucapkan beribu ribu terimakasih.

Dan semoga dengan berdirinya LPM ini tingkat intelektual mahasiswa yang di wujudkan dengan tulis menulis akan semakin meningkat. Dan serta lebih meningkatkan proses berfikir sistematis.

Adapun, dasar lainnya dari kegiatan LPM adalah sebagai berikut:

  1. Undang Undang Dasar 1945 pasal 28 tentang kebebasan mengeluarkan pikiran dan pendapat.
  2. Undang-Undang Republik Indonesia nomor 40 tahun 1999 tentang pers.
  3. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor XVII/MPR/1998 tentang hak asasi manusia.
II. Nama dan Semboyan LPM
Lembaga pers ini bernama LPM TANPA TITIK  dengan semboyan "DIAM UNTUK BERFIKIR, BERGERAK UNTUK MELAWAN"

III. Tujuan

Tujuan kegiatan LPM TANPA TITIK ini adalah sebagai berikut :

1. Sebagai lembaga penyalur aspirasi mahasiswa IBN khususnya dan masyarakat Tegal umumnya di bidang informasi pers.

2. Membina dan mengolah pembelajaran akan pengolahan berita di tingkatan kampus dan sekelilingnya.

3Meningkatkan pengetahuan dan merangsang nalar intelektual mahasiswa agar bisa berfikir dan berkiprah secara sistematis-filosofis.

4. Membentuk dan melatih jiwa serta intelektualitas mahasiswa dalam memahami informasi dan problem kampus.

5. Meningkatkan wawasan dan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keagamaan, dan kemahasiswaan yang berdemokrasi sesuai konteks dinamika bangsa saat ini.

IV. Target LPM

1. Lahirnya mahasiswa yang bisa mengembangkan sikap kritis dan toleran dalam menyikapi arus gelombang demokrasisasi kampus.

2. Terwujudnya informasi-informasi lugas tangkas berikut transparansi berita dan informasi yang riil.

3. Lahirnya berita-berita yang bisa dipertanggung jawabkan demi lancarnya laju gerak demokrasisasi kampus menciptakan suasana kesemarakan akan  penggalian sebuah berita-berita kampus dan sekitarnya.

4. Munculnya bangunan bangunan kebersamaan antara kampus dengan para mahasiswa dalam memajukan kampus.

V. Kegiatan

Kegiatan Lembaga Pers Mahasiswa yang bernama Tanpa Titik ini memiliki program kerja yang diantaranya meliputi :

1. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar

Pelatihan ini dimaksudkan agar mahasiswa yang memiliki minat dalam hal literasi bisa memiliki basis pengetahuan dan mengerti tata cara menulis karya ilmiah, sastra, wawancara ataupun membuat berita dan lain lain.

2. Pembuatan Buletin

Buletin ini digunakan sebagai media untuk menampung karya tulis mahasiswa yang mengikuti pelatihan pada khususnya, dan seluruh mahasiswa, dosen atau siapapun pada umumnya yang hendak menuangkan aspirasi, inspirasi ataupun kritik yang konstruktif terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kampus. Serta sebagai media massa di tataran sivitas akademika kampus IBN untuk saling berbagi ilmu dan informasi. Buletin ini dicetak sebanyak sembilan kali dalam satu semester dengan rentan waktu persepuluh hari setiap kali terbit. Selain itu, sebagaimana tagline buletin ini, yakni, "Dengan Menyebut Nama-Nya, Tuhan Memerintahkan Kita untuk Membaca Segalanya." Diharapkan, jadi tool baru, yang memudahkan sekaligus menyadarkan mahasiswa khususnya, akan pentingnya membaca.

3. Pembuatan Majalah

Majalah ini difungsikan sebagai media massa untuk memberikan informasi dan sebagai basis pengetahuan di tataran civitas akademika kampus IBN pada khususnya dan masyarakat secara keseluruhan pada umumnya. Majalah ini satu kali terbit dalam satu tahun.

4. Diskusi

Adalah sebagai media untuk membantu mahasiswa yang mengikuti pelatihan pada khususnya dan seluruh mahasiswa IBN pada umumnya dalam  meningkatkan daya membaca, memperbanyak referensi, tukar pendapat dan mengasah daya kritis intelektual.

Semoga dengan berdirinya LPM ini tingkat intelektual mahasiswa yang diwujudkan dengan tulis menulis akan semakin meningkat. Dan serta lebih meningkatkan proses berfikir sistematis. Menjadikan diamnya sebagai ranah berfikir, dan bergeraknya untuk melawan. Melawan kebodohan, penindasan, dan bentuk ketimpangan lainnya. Sebagaimana yang kami jadikan sebagai tagline LPM TANPA TITIK, "Diam untuk Berfikir, Bergerak untuk Melawan".

Redaksi Menerima kiriman bentuk narasi apapun

Segala pertanyaan, saran, kritik dapat dikirimkan

Via Email : cs.lpmtanpatitik@gmail.com

SMS atau WA : 0877-4993-0528

STRUKTUR KEPENGURUSAN

LEMBAGA PERS MAHASISWA ‘TANPA TITIK’

Pembina                                  : Zaki mubarok, M.S.I

Pimpinan Umum                     : Lutful Hakim

Sekretaris                                : Shieva Amanah Amalia

Bendahara                               : Nur Faizzah Kholisoh

Pimpinan Redaksi                   : Rosiana Mahmudah

Kordinator Diskusi                 : Iin Sundari

Kordinator Litbang                 : Rista Lutviana

Editor                                      : Amalia Syafa’ati

Lay Outer                                : M. Maulana Malik Ibrahim

Kordinator Liputan                 : Ade Tri Maulana

                                                  Gigih Baskoro

Kordinator Penerbitan            : Azzam Ammanur