Dokumentar LPM Tanpa Titik

Audiensi kepada pihak jajaran rektor oleh aliansi organisasi mahasiswa berlangsung pada hari Selasa, 10 agustus 2021, tepat pukul 11.30 WIB. Adapun agenda tersebut dihadiri oleh jajaran rektor yaitu WAREK 1, WAREK II dan WAREK III, serta aliansi ORMAWA dari SEMA, DEMA, UKM, dan HMPS. Audiensi tersebut berawal dari keresahan mahasiswa terkait dengan mekanisme Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) dan transparansi anggaran untuk kegiatan ORMAWA. Atas hasil rapat aliansi ORMAWA pada 4 Agustus 2021 maka menghasilkan keputusan untuk mengadakan audiensi dengan mengajukan beberapa point penting, di antaranya :

1. Kejelasan PBAK mahasiswa baru
2. Kejelasan panitia PBAK
3. Keterbukaan Anggaran PBAK
4. Kejelasan administrasi dan anggaran ORMAWA IBN TEGAL
5. Mendistribusikan kuota pembelajaran menjadi Hak Mahasiswa
6. Kejelasan Mekanisme perkuliahan mahasiswa 2021/2022.

Audiensi dibuka oleh M.Alim Kahfi selaku moderator dengan membaca surat Al-Fatihah, beliau menjelaskan bahwa Rektor IBN H. Badrodin M.S.I berhalangan hadir dan diserahkan kepada Wakilnya. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan pembahasan oleh ketua DEMA IBN Tegal Ahmad Tezar. Ia memaparkan mengenai latar belakang adanya audiensi dan beberapa hal yang diajukan. Dilanjut dengan tanggapan dan dialog oleh WAREK I, II, dan III.

Tanggapan pertama dimulai dari WAREK III, Abdul Muslih selaku bidang kemahasiswaan dan berkaitan dengan pelaksanaan PBAK. “Untuk PBAK belum ada kepastian yang jelas, nanti kami akan musyawarah lagi, mungkin menunggu sampai sekitar tanggal 20 Agustus ini, untuk keputusan online/offline nya kita belum bisa memastikan dengan jelas. Namun nantinya kami akan mengajak DEMA untuk memasukan kepanitian pelaksana PBAK”.

Tangggapan kedua oleh WAREK II selaku bidang keuangan “Point ke 3, kemungkinan kami akan mengundang DEMA untuk membahas rancangan keuangan dan RAPBI. Sebab, keuangan kegiatan mahasiswa berasal dari jumlah mahasiswa baru. Namun untuk saat ini mahasiswa baru hanya sedikit yang sudah melakukan pembayaran kepada Bank Mini. Maka dari itu, kami kebingungan untuk membahas pembagian dan kegiatan ORMAWA. Biasanya dana kegiatan mahasiswa sebesar 350.000 rupiah tersebut dialokasikan untuk pembayaran jas almamater dan kuliah perdana, kemudian sisanya digunakan untuk kegiatan yang lain”.

Kesimpulan yang dapat diambil bahwa keuangan kegiatan mahasiswa itu berdasarkan jumlah mahasiswa baru. Apabila mahasiswa baru sedikit, maka sedikit pula keuangan untuk kegiatan mahasiswa, begitupun sebaliknya. Beliau juga menjelaskan, nilai hasil ujian tidak akan muncul kecuali sudah melakukan DU, namun realitanya mahasiswa selalu mengalami keterlambatan dalam system pembayaran. Untuk semester genap ini akan ada subsidi Rp. 150.000 untuk kuota perkuliahan sesuai dengan SK yang sudah ditetapkan. Namun untuk subsidi kuota seperti banyak berita yang disiarkan, kami tidak memperolehnya. Jika kami memperoleh itu dari pihak atas maka akan kami distribusikan.

Sedangkan WAREK I selaku bidang akademik menjelaskan tentang system perkuliahan. “Saya pribadi sebagai WAREK I, semakin kesini semakin prihatin, karena hanya beberapa persen yang hanya bisa diserap dari metode daring. Tapi, mau tidak mau kita harus ikuti kebijakan-kebijakan dari pemerintah pusat. Kami membuat model system perkuliahan yaitu, pada awal masuk harus bertatap muka dengan dosen dengan model shifing. Pada saat pertemuan pertama, menyampaikan silabus atau RPP secara global dan umum, dari materi pertama sampai terakhir. Sehingga jumlah materi kuliah 1 semester sudah tertangkar di awal masuk dan secara rincinya, bisa diterapkan kembali pada saat perkuliahan. Terkait mengenai system PBAK mungkin nanti akan diadakan rapat antara pihak rektorat tentang online atau offline pelaksanaan PBAK yang kemudian akan diinfokan kepada DEMA maupun ORMAWA.

Menurut Ahmad Tezar selaku ketua DEMA IBN ada beberapa tujuan  diadakannnya audiensi ini, disimpulkan menjadi 3 point, yaitu :

1.    1. Mengenai PBAK 2021, mulai dari konsep atau  sistemnya, mengenai kepanitiaan, dan keterbukaan anggaran PBAK 2021
2.  Mengenai tata kelola anggaran administrasi organisasi mahasiswa, karna dilihat di IBN itu belum melakukan pembenahan dari mulai administrasi dan anggaran organisasi mahasiswa
3.  Menengai hak mahasiswa tentang, kuota pembelajaran, dan system perkuliahan

Sedangkan hasil audiensi tersebut adalah :

1.   1. Belum ada kejelasan mengenai system PBAK 2021 (menunggu rapat pimpinan)
2. Kepanitiaan dari unsur dosen dan mahasiswa (dosen hanya  sebagai pendamping pelaksana)
3.  Anggaran PBAK ( WAREK II siap melakukan transparasi anggaran melalui DEMA)
4.  Keterbukaan anggaran ORMAWA akan dijelaskan saat RAB dengan melibatkan DEMA dan SEMA
5.  Subsidi kuota  sebesar Rp. 150.000,- untuk semester gasal
6. Belum ada kejelasan mengenai system perkuliahan 2021 karna belum mengetahui kondisi perkembangan kedepan.

Dokumenter LPM Tanpa Titik



Oleh : Tim Redaksi