Dokumenter LPM Tanpa Titik

Rabu, 15 September, Civitas Akademik IBN Tegal mengadakan malam tasyakuran Dies Natalis ke XXXIV bertempat di aula IBN Tegal. Pra acara dimeriahkan oleh penampilan dari UKM Junudul Musthofa. Tepat pukul 20.00 acara dimulai dengan pembacaan yasin dan tahlil oleh hadirin. Disusul sambutan-sambutan, pemotongan tumpeng, dan penutup. Acara tersebut dihadiri oleh pihak yayasan, jajaran rektorat, dosen, 1 orang perwakilan SEMA, DEMA, LPM, Dan UKM. Dies Natalis tahun ini diketuai oleh Saidin selaku Warek II. 

Ketua yayasan IBN Tegal, Bahrudin  memberi pesan agar seluruh kepungurusan menjaga integritas, melatih kompetensi, dan memperluas jaringan. Harapannya di usia IBN yang terus bertambah maka banyak kemajuan yang sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. 

Badrodin selaku Rektor IBN Tegal menyampaikan bahwasannya IBN akan menuju Universitas dengan beberapa kriteria yang harus dipenuhi seperti halnya penambahan program studi umum seperti Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, bahkan mungkin pasca sarjana. Namun pengajuan Universitas juga harus diiringi dengan sumber daya manusia yang matang. 

Saidin menyampaikan bahwa IBN memiliki 1 Bus ukuran sedang hasil dari kerjasama antara pihak IBN dan BKK Jateng. Adapun nantinya Bus tersebut digunakan untuk transportasi komersial. Ia juga menyampaikan harapannya untuk IBN di usianya yang ke XXXIV. 

Dokumenter LPM Tanpa Titik

Namun dalam hal ini beberapa mahasiswa mengeluhkan bahwa acara Dies Natalis tidak memprioritaskan peran mahasiswa untuk turut andil di dalamya. Mahasiswa mengharapkan Dies Natalis tersebut dijadikan ajang seni dan berkreasi. Ia menganggap moment Dies Natalis seharusnya sebagai moment bahagia bagi mahasiswa. Seperti halnya perayaan hari-hari yang dianggap bersejarah, mahasiswa sangat menginkan agar lebih digencarkan lagi, dan tentunya akan membawa kebermanfaatan untuk semuanya. Begitupun untuk perihal lain, termasuk kalender atau penanggalan hari lahir, pendanaan untuk pengadaan agenda Dies Natalis, dan konsep yang menjadi landasaan pelaksanaan agenda tersebut belum banyak dipahami oleh mahasiswa, baik mereka yang diklaim sebagai mahasiswa aktivis, maupun mahasiswa akademis. Oleh karena itu, mahasiswa hanya mengharapkan IBN akan lebih baik lagi untuk kedepannya.

Acara berlangsung dengan mematuhi protokol kesehatan. Setelah pemotongan tumpeng, acara ditutup dengan doa, mengingat pelaksanaannya di malam hari maka waktunya dipersingkat.


Reporter : Lutful Hakim

Penulis : Syifa