Sidang senat terbuka wisuda yang ke 24 Institut Agama Islam Bakti Negara Tegal dilaksanakan pada 21 November 2020. Acara tersebut dihadiri oleh rektor, dekan, dosen dan staff karyawan lainnya, serta mahasiswa yang akan diwisuda. Kegiatan tersebut dimulai pukul 07.30 – 13.00 WIB. Wisuda bertempat di kampus IBN Tegal tepatnya di halaman depan kantor FSU. Agenda dilaksanakan secara online-offline dan menggunakan sistem shiffing (bergantian). Untuk transit mahasiswa yang akan wisuda berada di halaman depan Taman Rakyat Slawi guna mengurangi adanya kerumunan di suatu tempat.

Sistem offlline digunakan untuk prosesi pemindahan kuncir oleh senat IBN Tegal kepada mahasiswa yang diwisuda. Pemindahan kuncir tersebut digilir berdasarkan shift dan program studinya masing-masing oleh dekan fakultas dan WAREK III. Sistem online digunakan untuk prosesi lain, seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IBN, sambutan-sambutan, dll. Sesi tersebut ditampilkan dengan menggunakan rekaman. Di situasi pandemi seperti ini, maka pelaksanaan wisuda dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan melalui perizinan kepada gugus COVID-19 setempat. Peserta yang diwisuda beserta semuanya yang hadir dalam acara tersebut wajib memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menerapkan batasan orang dalam ruang tertentu.

dokumenter LPM Tanpa Titik

Dalam acara wisuda tersebut dibacakan SK, laporan akademik, dan pengukuhan wisuda. Selain itu juga dibacakan nama-nama mahasiswa dengan IPK tertinggi dan mahasiswa dengan skripsi terbaik sesuai program studinya masing-masing.

”Saya sebagai mahasiswa IBN turut bersyukur dan merasakan bahagia karena dapat merasakan prosesi wisuda yang dianggap sakral di tengah pandemi yang sedang merebak. Harapan saya untuk kampus IBN, tetaplah maju sesuai dengan master plan yang sudah tergambarkan, dan untuk adik tingkat yang masih kuliah maka teruslah bersemangat” tutur Ade Budi (wisudawan FITK)

Mahasiswa yang sudah mengikuti proses pemindahan kuncir tidak diperbolehkan berlama-lama di lingkungan kampus dan langsung kembali menuju rumah masing-masing. Hal itu dilakukan karena sudah menjadi peraturan dalam pelaksanaan wisuda tahun ini.

“Saya cukup puas dengan adanya wisuda tahun ini, tapi karena kondisi saya sedang hamil, maka saya merasa capek dan kelelahan jika harus berjalan dari gerbang depan Taman Rakyat Slawi sampai ke kampus IBN” sambung Putri (wisudawati FITK)

Setelah prosesi pemindahan kuncir selesai, ada beberapa sambutan-sambutan yang disampaikan melalui rekaman. Diantaranya ada sambutan dari Akrom, perwakilan wisudawan, lalu ketua YPPPI Ki Gede Sebayu yang diwakili oleh Sunyoto. Kemudian Umi Azizah Bupati Tegal, dan sambutan akhir ketua Kopertais Wilayah X Jateng Imam Taufiq. Sesi terakhir yaitu doa bersama melalui rekaman oleh Khudori Affandi.

“Selamat dan sukses untuk mahasiswa IBN Tegal yang sudah menempuh pendidikan selama 8 semester, dan terimakasih untuk Civitas Akademik yang telah berperan penting untuk mendidik generasi bangsa. Semoga ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat untuk sesama dan dapat menjadi daya saing dalam dunia usaha dan dunia kerja” sahut Umi Azizah dalam rekamannya.

”Saya merasa kurang puas di sini, tetapi kalau dengan alasan COVID-19 saya bisa terima saja. Namun jika teknis yang dilaksanakan oleh panitia, jujur saja saya sedikit kecewa. Dalam segi tempat saya merasakan ketidaknyamanan karena sangat panas sekali, dan kebetulan saya kebagian shift 4 dan hanya ada dua kipas yang disediakan, dan tentunya untuk mahasiswa sangatlah kasihan. Padahal, mahasiswa sudah membayar administrasi sekisar 2.000.000, dan saya rasa sudah sangat cukup untuk memfasilitasi dengan baik. Untuk kedepannya, semoga jangan ada lagi hal-hal yang seperti ini muncul dalam agenda besar apalagi prosesi wisuda untuk mahasiswa” kata Arwani (wisudawan FSU)

Acara berlangsung secara lancar dan khidmat. Peserta wisuda kembali ke rumah masing-masing. Mereka bekerja sama untuk menerapkan protokol kesehatan dan peraturan yang telah ditetapkan bersama.

Penulis : Syifa

Editor : Salisa