Aksi damai pada Rabu, 9 September 2020 diikut sertai oleh beberapa perwakilan dari mahasiswa, seperti DEMA, SEMA, UKM, dan HMPS. Pergerakan tersebut dilatar belakangi oleh cacatnya mekanisme PBAK tahun ajaran 2020/2021.

Diawali dengan datangnya peserta aksi menuju ke halaman depan kampus sebagai titik pertama aksi. Kemudian peserta aksi menyanyikan lagu Indonesia Raya Stanza 1,2 ,3 dan dilanjutkan orasi Kenegaraan. Kemudian penampilan teatrikal dari teater Cebong IBN. Dalam aksi tersebut, antusias mahasiswa sangat tinggi, mereka bersemangat menyuarakan pendapatnya. Titik kedua dari aksi berada di depan kantor Dekan Syariah. 

‘’Saya sebagai mahasiswa, punya suara dan hak di sini, dan saya punya kewajiban juga. Ini adalah salah satu bentuk dari memperjuangkan hak dan kewajiban kami”, tutur Winda selaku perwakilan dari mahasiswa.

“Saya mengakui bahwasannya aspirasi memang harus diterima, dan wajar-wajar saja kalo mahasiswa melakukan aksi. Namun alangkah baiknya aksi ini kepada siapa akan ditujukan. Akan tetapi terkait kepanitiaan, awalnya saya sudah menolak, kemudian penolakan saya pun tidak diterima. Hingga akhirnya, keputusan tersebut saya terima. Dan saya hanya melakukan amanah itu dengan semaksimal mungkin” jelas Fatkhudin, selaku Ketua panitia PBAK.

‘’Awal dari keresahan mahasiswa yang ketika ada keputusan terkait PBAK, bahwasannya apa yang dilakukan oleh rektorat itu keliru. DEMA tidak dilibatkan dan tidak diberitahu sama sekali. Kami menilai PBAK cacat, karena tidak melibatkan DEMA, tidak adanya mediasi antara mahasiswa dan pihak kampus, aksi ini melibatkan beberapa elemen di mana elemen tersebut adalah pihak yang tentunya mau diajak untuk menyuarakan hak demokrasinya dan tanpa ada unsur paksaan”. Sambung Ikmilana Dina selaku Korlap saat ditanya mengenai apa yang melatar belakangi aksi dan siapa saja yang terlibat di dalamnya.

Ketika aksi berlangsung, kemudian Badroodin selaku Rektor mengambil tindakan untuk mengadakan audiensi bersama di ruang aula. Dalam audiensi tersebut dihadiri oleh Ghufron selaku Dekan Tarbiyah, dan Fatkhudin Ketua Panitia PBAK. Hasil pertemuan tersebut diantaranya akan diadakan dialog terbuka dimana akan melibatkan mahasiswa dan pihak kampus di dalamnya. Rektor mengusulkan untuk diadakannya Latihan Kepemimpinan Mahasiswa dan Musyawarah Mahasiswa (MUSMA). Untuk beberapa usulan tersebut akan diusahakan secepat mungkin. Beliau juga akan mengusahakan hal yang terbaik terkait harapan-harapan yang diinginkan oleh mahasiswa.

“Saya mengapresiasi dengan baik dan dapat diterima dengan senang hati. Untuk alur PBAK itu ada beberapa alasan, seperti karena kondisi pandemi, dan kurangnya komunikasi dengan mahasiswa. Untuk kedepannya akan diusahakan untuk Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) guna menjadikan mahasiswa yang mumpuni dalam kepemimpinan. Setelah itu nanti akan ada Musyawarah Mahasiswa (MUSMA)”. Penjelasan Rektor saat diwawancarai oleh rekan LPM.

Aksi berjalan dengan damai dan lancar dan banyak mendapatkan apresiasi serta dapat diterima dengan baik. Harapannya untuk ke depan akan lebih baik lagi, dan apa yang diinginkan oleh mahasiswa dapat terealisasikan, tentunya dengan saling bekerja sama antara satu sama lain, karena bagaimanpun juga semua yang berat akan terasa ringan apabila dilakukan bersama.

oleh : Tim Redaksi