Seminar dan Pelantiakan KSEI & HMPS FEBI

Dokumentasi Panitia Penyelenggara


Senin, 17 Oktober 2022 Telah dilaksanakan Pelantikan dan Seminar Himpunan Mahasiswa program (HMPS) Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah dan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) IBN Tegal. Acara yang bertempat diaula IBN ini dihadiri oleh dekan fakultas FEBI, Kaprodi, Pembina HMPS, Mahasiswa pengurus HMPS Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI).

Acara pelantikan ini mengambil tema “Membangun Jiwa Entrepreneurship pada Organisasi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.”

Acara dimulai pukul 13:00 WIB dengan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhamad Rifqi Zainil Milah dan di lanjut menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Mars IBN. Kemudian sambutan oleh Mia Puspita Sari selaku ketua panita.

Memasuki acara inti yaitu pengukuhan pengurus HMPS Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah juga KSEI, periode 2022/2023 yang dipandu oleh Bapak Royani Anwar, LC., LLM., selaku Dekan Fakultas FEBI. Kemudian beliau juga memberikan sambutan, dalam sambutnya beliau menerangkan kepada mahasiswa, “Bagi Mahasiwa IBN sudah ada beasiswa akademik, bagi mahasiswa yang memiliki IPK tinggi, kemudian yang kedua bagi mahasiswa berprestasi takhrim dan beasiswa non akademik, yaitu mahasiswa yang mengikuti serangkaian lomba kejuaraan yang insyaallah mendapatkan beasiswa pertahun.” Beliau juga mengingatkan kepada HMPS FEBI dan KSEI bahwa setiap kegiatan itu dijadikan satu event, yang artinya harus berkaitan antara HMPS dan KSEI tersebut. Tak lupa pula, beliau mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru, semoga dapat menjalakan prokernya dengan amanah.

Mia Puspita Sari selaku ketua pelaksana menjelaskan acara ini dipersiapkan dari bulan lalu, “Tahun inituh perpisahan antara HMPS Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah yang sebelumnya dua periode di gabung EKOBIS dan periode ini baru digabung bersama HMPS Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah dan Kelompok Ekonomi Islam (KSEI),” terangnya.

Ketua umum terpilih HMPS Ekonomi Syariah Aqilla Maryam Assayidah juga berharap agar kedepannya HMPS Ekonomi Syariah bisa terus sukses, bisa berjalan dengan lancar dan menjalankan prokernya dengan sebaik-baiknya. “Semoga pengurus selalu menjaga komunikasi dengan baik antara  kepengurusan,” ujarnya.

Bapak Toto Handoko, SE., MM. selaku dosen menanggapi acara ini, beliau menerangkan tema yang diambil dari acara pelantikan ini dimaksudkan dalam rangka membentuk mahasiswa mandiri. “Diharapkan mahasiswa tidak hanya bergantung kepada orang tua dan dapat membantu memperoleh penghasilan sendiri,” ucap beliau.

Pelantikan tersebut ditutup pada pukul 15:25 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan Seminar Kewirausahaan yang dipantik oleh Megakartika.


Dokumentasi Lpm Tantik.

Seminar tersebut berisi tentang bagaimana bisa membuat sebuah usaha sendiri, dan penghasilan sendiri dan kemampuan praktis apa yang bisa dikembangkan. Pada dasarnya manusia harus mempunyai etos untuk berusaha.  Pematik juga menjelaskan sebuah aplikasi yang dikeluarkan oleh tekomsel, dimana aplikasi tersebut dibuat untuk para pengguna agar terhubung dengan umkm. Aplikasi tersebut juga mengajarkan ke semua akademisi untuk memberikan serangkaian silabus, bagaimana cara membuat suatu usaha agar menarik. 

Setelahnya sesi tanya jawab dimulai, dengan satu pertanyaan pertama yang diajukan oleh Dodi Setiawan-Mahasiswa Ekonomi Syariah 5.

“Bagaimana sih, mahasiswa untuk mengembangkan Entrepreneurship agar bisa berjalan dan juga mempunyai kepercayaan diri?” 

Kemudian pematik menjawab yang pada intinya, “Ada langkah-langkah yang bisa diambil oleh mahasiswa. Sebelumnya umkm di indonesia dikategorikan macam-macam yaitu ada mikro, super mikro dan medium. Kalau usaha yang kita buat masih terbilang mikro jangan berkecil hati saat memulainya, yang penting awali dulu tidak perlu takut. Dalam memulai usaha itu jangan memikirkan untung ataupun membanggakan produk itu sendiri. Tidak ada produk yang sempurna, tidak ada sesuatu yang tidak membutuhkan suatu penyempurnaan. Kalau ada produk yang sempurna, yang lain tidak akan ada. Tidak ada sesuatu hal yang tidak perlu memerlukan proses perbaikan. 

kemudian Rizqi Maulia Putri selaku moderator seminar memberi kesimpulan pada akhir seminar.

“Di era digital ini seluruh kegiatan bisa kita lakukan dengan cara yang canggih, serba tradisonal dan modern. Ketika kita sudah berani jangan pernah takut gagal, mencoba itu lebih baik dari pada tidak sama sekali. Gunakan kesempatan yang ada karena kesempatan hanya datang satu kali. Manfaatkan kesempatan yang ada didepan kita sebaik-baiknya. Gali skill atau kemampuan yang ada dalam diri kita.

Acara seminar berjalan dengan lancar dan kemudian ditutup oleh moderator.


Penulis: Tim Redaksi

Editor: Maharani