Prepegan, Tradisi Unik Menjelang Lebaran

Pict by: infotegal



Prepegan merupakan salah satu tradisi masyarakat jawa menjelang lebaran, yaitu dengan pergi ke pasar untuk belanja kebutuhan lebaran pada hari terakhir puasa.

Prepegan ini ada dua macam, yaitu prepegan cilik dan prepegan gede. Prepegan cilik, dilakukan dua hari sebelum lebaran dan prepegan gede, dilakukan sehari menjelang lebaran. Prepegan tersebut dimanfaatan betul untuk mencari kebutuhan lebaran, dari sehabis subuh hingga sore hari pun prepegan masih dipadati oleh masyarakat. 

Tahun-tahun sebelum adanya covid-19 prepegan hampir menjadi tradisi wajib masyarakat Tegal, sampai-sampai jalan raya macet sekali bak lautan manusia. Para ibu-ibu terutama, ramai berbondong bondong membelanjakan uangnya untuk membeli keperluan dapur, pakaian, peralatan untuk ziarah kubur, dan lain-lain. Lebaran terasa tidak afdol jika melewatkan prepegan.

Uniknya lagi pada saat prepegan, jumlah pedagang pun naik sebanding dengan banyaknya jumlah pembeli. Di prepegan ini banyak sekali pedagang musiman yang hanya aktif pada momen-momen tertentu. Padahal pada hari biasa mereka beraktifitas sebagai petani maupun buruh.

Mereka menggelar dagangan di sepanjang jalan jalan kawasan pasar. Ada yang jualan sembako, pakaian, bunga, daun pandan, dan juga ada pula yang menjual anyaman janur untuk ketupat. 

Namun setelah covid-19 merajalela, nuansa prepegan pun tak seramai tahun tahun sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan masyarakat dalam berinteraksi, ditambah pula segala macam sembako yang kian melonjak tinggi. 




Penulis: Iin Sundari