Zaman sekarang merupakan zaman yang serba bisa, zaman yang sangat canggih. Kemudahan dalam melakukan sesuatu juga dapat kita peroleh kapanpun dan dimanapun. Dengan perkembangan zaman tersebut menyebabkan munculnya sikap hedonisme. Hedonisme adalah bagian dari identifikasi perubahan sosial. Hedonisme diambil dari bahasa Yunani, yaitu ‘hedone’, di mana pengertian hedonisme tersebut berarti kesenangan. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian hedonisme adalah pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Mahasiswa juga mempunyai peran dalam perkembangan zaman ini. Karena mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat yang termasuk dalam kategori generasi penerus bangsa Indonesia di masa depan. 

Adanya fenomena dan gaya hidup hedonisme menjadikan mahasiswa berada di dalamnya. Walaupun tidak hanya mahasiswa yang menjadi pelaku dari perilaku hedonisme tersebut, namun jika dilihat di era sekarang yang menjadi sorotan khusus bagi publik adalah mahasiswa. Tidak dapat dipungkiri, mahasiswa menerapkan kehidupan hedonisme dalam keseharinnya. Hal ini tercermin dalam kegiatan sehari-hari, misalnya saja mereka cenderung banyak nongkrong atau istilahnya nongki-nongki, berbelanja, menghabiskan waktu di cafe, mall, maupun plaza.

Seseorang dengan gaya hidup hedonis cenderung memiliki keinginan hidup yang selalu mewah, memiliki banyak uang dan harta, berkecukupan tanpa harus bekerja keras. Mereka ingin hidup yang serba enak. Mahasiswa di era sekarang, mereka berbondong-bondong untuk mengikuti trend yang sedang berkembang sesuai arus zaman. Banyak dari mereka ingin selalu eksis di hadapan umum dan menjadikan trendy sebagai standar kehidupan sekarang. Mahasiswa sekarang harus memiliki gadget yang bagus, berpenampilan modis, serta dandanan yang megikuti mode.

Hal ini tentu berdampak juga pada kesenjangan. Beruntung bagi mereka yang berada di ruang keluarga menengah ke atas, apa saja ada, hanya dengan meminta mereka bisa mendapatkan segalanya. Namun berbeda dengan mereka yang berada di ruang keluarga menengah ke bawah, mereka tidak dapat mendapatkan apa saja yang mereka butuhkan dengan mudah. Tentunya hal ini menyebabkan banyak di antara mereka melakukan apa saja untuk memenuhi gaya hidupnya yang hedon.

Jika gaya hidup seperti ini semakin marak di kalangan masyarakat khususnya mahasiswa, maka dapat menjadi racun sosial dan pendidikan terutama pendidikan tinggi. Oleh karena itu orang tua sebagai kontrol pertama untuk memberi arahan kepada anak-anaknya. Hal yang paling penting adalah kesadaran mahasiswa itu sendiri untuk merubah gaya hidupnya menjadi gaya hidup yang minimalis, tidak harus mewah, dan tidak berpacu pada materialis.

Gaya hidup tersebut mampu menjadi perubahan sosial dengan munculnya beberapa pola dari setiap individu untuk mendapatkan kesenangan demi memenuhi kepuasan pada dirinya. Kebiasaan gaya hidup hedonisme menyebabkan berbagai dampak pada perkembangan bagi pendidikan atau masyarakat Indonesia sendiri, terutama akan berpengaruh pada kurang kritisnya pola mikir mahasiswa saat ini. Melihat dari fenomena tersebut, maka yang lebih mengerti adalah individu masing-masing.

Penulis : Faa