Pict : Pinterest

Tulisan ini tentang sebuah opini ambigu saya mengambil dari salah satu anime terbaik, yaitu Attack on Titan.  Sebelum ke pembahasan, sedikit untuk menceritakan tentang Anime Attack on Titan itu sendiri. Shingeki No Kyojin atau biasa dikenal dengan nama Attack on Titan, adalah sebuah manga seri Shounen asal Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Hajime Isayama. Ceritanya berlatar di dunia tempat manusia hidup di wilayah yang dikelilingi tiga lapis tembok besar (yaitu tembok Maria, tembok Rose, dan tembok Shina)  yang melindungi mereka dari makhluk pemakan manusia yang berukuran raksaksa yang biasa disebut dengan Titan. Manga ini diadaptasi menjadi sebuah seri anime yang diproduksi oleh Wit Studio (season 1-3) dan MAPPA (Season 4). Anime ini telah banyak memenangkan banyak perhargaan, dan sukses di berbagai wilayah , seperti AS, Jepang dan di negara Asia  lainnya, interprestasi politik atas manga ini juga menimbulkan kontroversi di Tiongkok dan Korea Selatan.


Sebelumnya, apasih itu Determenisme itu? Determenisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan yang tak terelakan. Dan Free of Will bisa diartikan juga dengan bebas dari keinginan, kebebasan dll. Nah lantas, apa hubungannya dengan anime tersebut?

Berubahnya Eren (tokoh utama dari anime tersebut) dari protagonis menuju antagonis tentu tidak terjadi begitu saja. Hal itu terjadi karna ia begitu terobsesi dengan yang Namanya Kebebasan. Hal ini dapat dimaklumi karna sejak kecil ia hidup dibalik tembok yang tinggi  demi berlindung dari serangan para Titan. Namun setelah ia berhasil keluar tembok hidupnya malah berubah, ia justru ingin melenyapkan seluruh manusia yang ada di luar paradise dengan menggunakan ribuan titan demi mengejar kebebasan yang ia dambakan. Nah lantas terpikir di benak kita, apa iya, manusia itu benar, punya kebebasan?”

Pada dasarnya, manusia terlahir dalam keadaan bebas, kebebasan yang datang itu sepaket dengan keberadaan manusia yang biasa kita kenal dengan Hak Asasi Manusia (HAM). HAM sudah ada sejak manusia lahir, tidak bisa diganggu gugat, siapapun yang melanggar HAM, pasti akan dihukum pidana dari negara, sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Karna itulah system pemerintahan fasisme dan dictator dalam sejarah tidak benar, karna melanggar kodrat manusia sebagai makhluk bebas. Karna itulah pengambilan atau perebutan kebebasan dari manusia atas manusia yang lain, akan membuat manusia merasa tertekan, jadi bisa dipikirkan dalam benak kalian, apakah kalian sudah mendapatkan kebebasan tersebut? Atau malah kalian selama ini gak pernah merasakan kebebasan tersebut?

So, kebebasan manusia dibatasi oleh kebebasan manusia yang lain, apabila kebebasan kita menganggu kebebasan orang lain, itu juga bisa dikatakan melanggar hak orang lain. Jadi yang namanya kebebasan (benar benar bebas) itu pada dasarnya tidak ada, seperti kata Kenny ackerman (salah satu tokoh di anime tersebut) bahwa tidak ada orang yang benar benar bebas, karna pada akhirnya, setiap orang adalah “Budak” bagi sesuatu, entah itu karna mimpinya, atau tujuannya. Jika pun kamu merasa tidak pernah merasakan hidupmu tidak pernah merasakan kebebasan dan akhirnya menimbulkan patah semangat atau tidak merasa bahagia dll, ingat  perkataan Komandan Erwin (komandan dari pasukan pengintai di anime tersebut), yaitu “Jika kau menyesalinya, masa depanmu akan suram dan membuat orang lain memutuskan masa depanmu. Itulah yang akan kau miliki sampai kematian datang.” 

 

“Note, anime ini memang fiksi, tapi menyisipkan nilai-nilai kehidupan yang related dengan kehidupan kita yang sebenarnya".


Penulis : Vikar