Dokumenter LPM Tanpa Titik


Senin, 18 Januari 2020 Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PAI IBN melaksanakan seminar ekonomi kreatif dengan tema “Strategi Jitu dalam Mengembangkan Ekonomi Kreatif Pada Era Pandemi COVID-19”. Kegiatan bertempat di aula IBN mulai pukul 08.00-12.00 WIB. Diawali dengan pembukaan pembacaan ayat suci Al-Quran yag dibawakan oleh Hidayat Adi Hikmawan, dilanjutkan dengan menyayikan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Evi Khovivah, kemudian sambutan Dekan oleh Ahmad Ghufron, dan berlanjut dengan pengisian materi.  Seminar tersebut di ketuai oleh Bagus Chasani dan moderator Ahmad Furqon Al Amien. Adapun untuk pematerinya yaitu Suspriyanti selaku kepala dinas koperasi, UMKM, dan pasar serta Faturokhman selaku pelaku ekonomi kreatif sekaligus alumni PRODI PAI IBN. Untuk peserta hanyalah internal. Artinya tidak terbuka untuk umum, hanya beberapa mahasiswa dari PRODI PAI semeter 1 dan 3. Namun saat acara berlangsung, beberapa dosen juga turut serta dalam seminar tersebut diantaranya Resi, Lyswidia, dan Vika.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh HMPS tersebut berlandasakan pada beberapa hasil keputusan, di antaranya :

1.      Rapat pengurus HMPS PAI

2.      Rapat panitia pada tanggal 12 Desember 2020

3.      Rapat panitia pada tanggal 20 Desember 2020

Kegiatan seminar ini memiliki tujuan untuk mengenalkan kepada mahasiswa seluk beluk dunia ekonomi., menumbuhkan kecerdasan dan kreatifitas mahasiswa melalui bidang ekonomi, memberikan bekal keilmuan terhadap mahasiswa yang ingin terjun dalam bidang ekonomi dalam hal ini ekonomi kreatif dapat mengembangkan potensi mahasiswa.

Dokumenter LPM Tanpa Titik
“Tema ini kita ambil karena kita melihat realita pada masyarakat dan kehidupan sehari-hari, kita menjadi lulusan program studi PAI tetapi pada kehidupan nantinya kita tidak melulu menjadi seorang pengajar, tapi kita dapat menjadi seorang wirausaha, pedagang, atau seorang yag terjun dalam dunia bisnis. Untuk itu, kami memberi arahan dan gambaran kepada mereka supaya dapat mengetahui dan mengolah perekonomian pada realita kehidupan nantinya, untuk peserta sendiri mengingat sedang dalam masa pandemi, maka peserta dibatasi, hanya mahasiswa semester 1 dan 3 dari PRODI PAI, masing-masing 6 orang. Kemudian acara ini juga mematuhi protokol kesehatan ” tutur Bagus.

Materi yang dibawakan oleh pemateri, diantaranya Suspriyanti selaku kepala dinas koperasi, UMKM, dan pasar serta Faturokhman selaku pelaku ekonomi kreatif sekaligus alumni PRODI PAI IBN. Pemateri pertama difokuskan pada teori mengenai pembentukan ekonomi kreatif, dan untuk pemateri kedua difokuskan pada praktik mengenai ekonomi kreatif.

“Saya mengikuti karena keminatan sendiri, dan karena ada undangan dari HMPS. Kemudian, menurut saya adanya seminar itu bermanfaat sekali untuk diri saya pribadi maupun mahasiswa lain, karena kita bisa memahami mengenai ekonomi kreatif dan pemberdayaan nya. Apalagi dari mahasiswa sendiri banyak yang sudah menjadi pelaku usaha. Untuk pesan nya, alangkah baiknya saat seminar diberi game atau hiburan lain untuk menghindari kejenuhan saat acara berlangsung, dan harapannya agar dapat membuka seminar lagi dengan jumlah kuota yang banyak, artinya dapat terbuka untuk umum” sambung mahasiswa PAI semester 1.

Acara berlangsung dengan lancar, harapannya seminar ini menjadikan mahasiswa mengetahui tentang ekonomi kreatif, mengembangkan potensi perekonomian, dan mendorong mahasiswa untuk menjadi pelaku dari ekonomi kreatif tersebut. 


Penulis : Syifa