Untuk berhembus angin tak butuhkan tombol “on” untuk mengangini seluruh hamparan semesta.Ketika hujan disaat itu pula tanpa jeda turun ribuan tetes air.

“Kedatanganku untuk menyempurnakan setengah dari agamamu, “

Kata pemuda yang sudah beberapa menit yang lalu termenung mematung pada tempatnya menunggu tanyanya mendapat jawaban.

“Ma’af anda siapa?

,Apakah kita pernah saling mengenal?ujar pempuan yang nampak bingung atas pertanyaan macam apa yang datang kepada dirinya.

Aku ikmal kita lebih dari sekedar mengenal ,bahkan sangat kenal aku tau siapa namamu aku tau hal-hal yang tak kamu kenan kan, kamu kamu adalah alasan ku untuk kembali Nazwa shabira azzahra,

“Pemuda ini,dia tau namaku siapa dia??aku tak mengenalnya bertemu dengannya adalah sebuah kemanusiawian, kewajaran ini tempat umum,dimana boleh siapa saja berkunjung bukan??

Entah kini batinya bergejolak mencoba memutar memori yang mungkin dapat ia temukan mengenai siapa pemuda dihapannya saat ini,

Ditempat yang sama pemuda itu seakan mematung tak hiraukan masa yang terus berjalan.Ekspresinya terlihat seakan ada hal yang harus ia ungkapkan ingin berusaha memutar memori masa lalunya.

Alhamdulillah  bu kuliyah ikmal berjalan lancar.disana ikmal meninggalkan keluarga.Namun, lkmal seakan mendapat gantinya bu,bukan menggantikan ibu disana tetapi,ikmal bertemu dengan orang Indonesia  yang juga sama seperti ikmal yaitu untuk kuliyah. Perkenalkan ya bu dua sahabat karib ikmal ada Zafran dan Hasby bu, mereka bukan orang  jawa seperi ikmal tapi mereka  keluarga  ikmal bu disini

Ibu doakan anakmu ya,,,

Oh ya bu disini ikmal sulit menemukan  makanan kesukaan  ikmal bu, ikmal boleh request yah semur jengkol ibu yang tiada duanya.hehe tapi nanti saja pesenan ikmal,ikmal ambil ketika ikmal pulang ya bu, Ikmal rindu ibu

Doakan anakmu selalu ya bu...

Oh ya bu ridhoi ikmal,hari ini ikmal mendapatkan  panggilan secara pribadi kerumah salah satu dosen dikampus ikmal, ntah bu ada apa??

Tapi di kampus  dosen itu menjadi dosen favorit  karena  kepribadian nya ikmal huznudzon saja akan ada hal baik yang menimpa ikmal atas ridho ibu.

Ibu semoga selalu rahmat Allah SWT selalu memeluk erat jiwa dan ragamu,,

Untuk mu “Malaikat tak bersayapku”

Doakan anakmu ya bu

Ttd

Ikmal Nurkhakim

Cairo, Mesir

Dalam dua hari barulah surat itu sampai pada ibunya.ingin sekali berkabar melalu media sosian namun, ibunya bukan dari kalangan 90-an yang gemar memakai gadget hanya untuk  berkabar ibunya lebih suka menerima surat dari anak semata wayangnya itu. Walaupun,baru sebulan yang lalu ikmal mengirimkan gadget android  untuk  memudahkan  ibunya berkomunikasi denganya.Menurut ibunya setiap lembaran surat dari ikmal adalah raga ikmal yang berbicara dihadapanya bagaimana tidak ibunya selalu berkaca-kaca tatkala membaca kiriman surat darinya.Hal ini ikmal ketahui dari sepupunya yang selalu  memberi tau bagaimana  keadaan  ibunya.

“Waktu seakan tak mau mengalah, ia terus saja berjalan seperti  melewati tol pejagan, hehe

Hari ini langkahnya kian berat .ikmal mahasiswa perantauan asal jawa itu sama sekali belum bersedeekah melalui senyumnya.bahkan walau  untuk  seperdetik saja.

Namun wajahnya yang putih entak efek sabun atau cuci muka apa,atau bawaan gen dari bapak atau ibunya yang pasti membuat ciri khas orang jawa hilang bukan hitam manis saja yang dimiliki keturunan jawa namun putih manis pun sekarang tersedia.

“Hey ikmal, sedih kali muka kau tuh”.macam pakean kusut tak dapat antren menyetrika

“kenapa? “

Ujar Zafran temannya yang dikenal 2 tahun terakhir ini tepat saat dirinya pertama kali menginjakan kaki di negeri dimana Mesir dulunya adalah sebuah kota namun melepaskan  diri dan kini menjadi negara yang kaya akan ilmu, di berbagai bidang disiplin ilmu.

Pemuda dengan perawakan seperti Herjonat Ali itu menghampirinya saat dirinya  masih termenung duduk dii meja belajar, Zafran memang terlihat  selau riang dan bahasanya bahasa bicaranya sederhana tapi mengena.

“hey,heyyy...putih manisnya jawa ko belum berangkat memang sejak kapan ada seorang  mahasiswa  termenung  maratapi nasib menunggu takdir macam ini. Ayolah kawan kejar takdirmu itu ucap zafran sambil menepuk pundak ikmal, ikmal yang masih dalam lamunanya pun tersadar...

“astagfirullah, hari ini aku ada janji dengan profesor  Ismail”ucap ikmal sembari bangun dari duduknya.

Ya sudah ayo berangkat ,aku antar.. Susul zafran yang sudah siap  dengan helm yang di pakainya

“Hasby”ucap ikmal teringat sosok hasby

“ikmal ini jam berapa,Aby sudah berlalu lah mengajar tilawah di masjid sebrang”Ucap zafran memburu. Hanya angggukan ukmal meresponya.

“Hari ini kan jummat memang ada nata kuliyah yh mal, “ucap zafran sedikit ingin tau

“tidak ada tapi hari ini aku akan bertemu dengan profesor  Ismail oh dosen pembimbing  skeipsimu mal ?”

“iya, mungkin mau menga CC judul skripsiku ran”

“ya audah aku tinggal yah”

“semoga  suksea mal, assalamualaikum “

“waalaikumsalam”

Ikmal berlau setelah zafran hilang dari penglihatan,

“masya allah aku belum dhuha, sebaiknya aku keemasjid kampus dulu, profesor ismail pasti tak keberatan menuggunya, bagaimana tidak ikmal tak pernah kecewakan beliau walau sekali saja.

“assalamualaikum “

“waalaimumsalam,profesor ismail baru saja saya akam menemui profesor, “

“ini alhamdulillah, bertemu Ikmal”

“puji syukur saya bertemu  dengan bapak”

“saya juga bersyukur bertemu dan mengenal mahasiswa secerdar kamu ikmal”

“tidak prof,saya masih banyak belajar dari profesor  ismail”

Perbincangan terjadi di serambi masjid universitas antara profesor  ismail dan ikmal

Berjalan begitu saa berbincangan antara keduanya. Sampao pertanyaan profesor  ismail tentang ikmal yang menanyakan hal yang sangat privasi bagi ikmal,

“sudah berkeniatan untuk berumah tangga nak ikmal?? “

Ikmal belun menjawab pertanyaan  ini lebih sulit daripada pertanyaan  ketika ikmal harus dihadapkan pada dua pilihan yang sulit yaitu ketika dirinya harus memilih kuliah dirumah dan menjaga bapaknya yang dulu sebelun tiada menyuruhnya untuk di rumah kuliyah dirumah saja

“itu juga sunnah nabi Muhamd SAW loh nak ikmal, untuk orang seperimu yang Sunnh-sunnah Rasullullah tak pernah ditinggal,saya liat banyak mahasisswi yang tertarik dengamu,Saya ambil contoh saja Aisya dia sekelas dengammu ssholehah cantik tak kalah dengan aisyah si film ayat-ayat cinta saya pernah memeegoki dia mencuri-curi pandang denganmu,apakah kau tidak tertarik ikmal? “

Ikmal menggeleng, ia terlalu sempurna  untuk saya prof? “

Lalu yang kamu ingin tipical yang seperti  apa ikmal? “ pertanyaan  profesor  ismail ini tampak sedikit memaksa yah terlalu gemas dengan sosok pemuda ini sangat sulit menebak seleranya,

Lalu profesor  ismail  memlerlihatkan foto seorang perempuan berniqob perempuan  itu hanya yerlihat soeot matanya meneduhkan dihati ikmal, “semacam ini toh pilihanmu ikmal, bercadar?? “

“Siapa dia prof? “

“jika kamu ingin mengenalnya lebih dari sekedar foto becadar ini,datang kerumahku, badha isya “ucap profesor isma menjulurkan kaeru berukuran seperti  KTP. “disitu tertulis alamat saya jika bekenan datanglah nak ikmal”

Profesor ismail berlalu pergi. Meninggalkan ikmal dengam banyak tanya, siapa dia ??

Anaknya kah saudara atau siap? Ntah hatinya bejolak saat ini bukan karena judul skripsinya yang baru saja di ACC tapi pertanyaan profesor  ismail pernyataanya itu semua membuat ikmal memutuskan untuk itkikaf di masjid universitas  al -azhar ,Cairo Mesir inI

Ikmal menyenderkan tubuhnya disalah satu pasak penyangga masjid suasana yang sejuk dan lantunan Ayat-ayat murojja’ah yang dilantunka Oleh para pengunjung masjid.

Kartu tanda pengenal profesor  ismail lengkap dengan alamatnya tertera ikmal pandang lekat-lekat kartu itu sambil menelusuri jalan mana saja yang akan dilalui agar sampai kerumah profesor ismail itupun kalau ia meneeima tawaran profesor ismail untuk membutikan rasa penasarannya akan siapa sebenarnya perempuan berniqob yang profesor ismail tunjukkan fotonya kepada dirinya.

“Astagfirullah, ya Allah  ampuni aku “ikmal tersadar memikirkan apa yang seharusnya  ia tak fikirkan

“Mal,darimana?”ucap hasby yang sedang mendengarkan murrotal qur’an.

“assalamualaikum Iya, by dari kampus”

“ada kuliyah? “

Ikmal menggeleng

“lalu.... “

“bertemu profesor  ismail, “jawab ikmal biasa sajja

“kamu...profesor  ismail????ada apa mal? Masalah skipsimu? “

Ucap hasbi mematikan murrotalnya dan dengan serius bealih posisi menatap ikmal yang tengah melepaskan alas kakinya

“iya”jawab ikmal singkat

Iya tak mau penawaran profesor ismail tentang statusnya yang masih lajang lalu di tawarkan untuk menikah dengan perempun beeniqob yang ia sama sekali tak kenal.

Lagi...dan lagi wanita bercadar itu memenuhi pikiranya kembali

“ikmal, hasby sudah sholat ashar”ucap zafrn tiba-tiba mengejutkan karena muncul dibalik pintu

“belum masuk waktu fran kan? “jawab hasby

“belum,yah”ucap zafran terkekah kecil hehe...

“ya sudah siap-siap dulu, kita jama’ah yuk, di masjid sebrang apartemen”

“ayo”jawab hasby dan zafran bersamaan

“ayo siap-siap  15 menit lagi ini,ayo pake baju sholat kaliyan”

“siap, akhi ikmal. Hehe”ucap zafran sambil memberi penghormatan  kepada ikmal

Letak masjid yang tak jauh hanya menyebrang jalan raya tepat didepan apartemen mahasiswa.sudah terlihat lalu lalang motor -mobil yanh menghentikan kendaraannya dihalaman depan masjid Faturrahman itu.ikmal dan ke 2 sahabat karibnya hasby an zafran melangkahkan kakinya memantapkan niat agar setial tahmid,tasbih dan sholawatnya menjadi pahala hingga kakinya menyentuh pelataran masjid yang sudah mulai dipadati pulahan bahkan hampir ratusan pasang alas kaki itu.

Damai,tentram ssuasana dalam masjid ramainya didominasi oleh kaum adam itu..

“mal, by”

“iya, kenapa fran”

Hasby merespon panggilan zafran

“nda ada khuri Yh”

“huzf, apa sih kamu fran”

Khuri dalam bahasa arab berarti bidadari.

“ikmal mana”ujar hasb

Sambil matanya mencari-cari dimana ikmal berada

Bersambung...

Oleh: Siti Fatimah